Sang Maestro Campursari, Memulai Karir menjadi Pengamen

20.01.00
Didi Kempot. KapanLagi.com

CARIKARAOKE - Siapa yang tidak kenal dengan Didi Kempot. Musisi pelantun tembang bergenre campursari ini, merupakan sosok musisi yang sangat kreatif dan memiliki jiwa seni yang tinggi. Salah satu lagunya yakni “Sewu Kutha”, telah mengangkat namanya di blantika musik nusantara.

Pria dengan nama asli Didi Prasetyo, setiap kali menciptakan lagu, hampir sebagian besar lagunya menjadi hits.

Jiwa seni pria kelahiran Surakarta (Solo), 31 Desember 1966 ini, diperoleh dari sang ayah yang merupakan seorang pelawak kondang asal Solo bernama Ranto Edi Gudel (almarhum) atau akrab disapa Mbah Gudel.

Adik dari pelawak senior Mamiek Prakoso atau lebih dikenal dengan sebutan Mamiek Srimulat ini, mengawali karirnya dengan menjadi pengamen. Saat kecil, ia dikenal sebagai anak yang bandel, nekat dan berani.

Meski sebagai anak pelawak kondang dengan kondisi ekonomi yang berada, Didi tetap mengamen sejak kelas 3 SMP. Baginya, mengamen merupakan alat tes mental.

Gitar pertama yang ia miliki pun merupakan buah dari kenekatannya. Didi rela menjual sepedanya untuk membeli gitar seharga Rp 4.000. Selanjutnya, ia mulai merantau ke Jakarta.

Di ibu kota, Didi tidak menumpang kepada sang kakak, Mamiek Podang yang kala itu lebih dulu terkenal. Ia justru mengamen dan mengontrak bersama teman-temannya.

Didi memang ingin mengawali karirnya dari nol, seperti kakaknya, Mamiek. Suatu saat, Mamiek mengabarkan pada Didi bahwa ia akan dipertemukan dengan Mas Pompi, mantan musisi anggota No Koes. Setelah dites, ternyata lagu ciptaan Didi lulus dan kemudian ia diajak untuk rekaman.

Sosok Didi Kempot sangat mudah dikenali dengan ciri khas ramput kriting panjangnya. Ia biasa menggunakan pakaian khas jawa lengkap dengan blangkon di kepala.

Didi pun sering muncul di televisi nasional, membawakan campursari dengan nuansa sedikit lebih modern. Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari Didi Kempot dibanding dengan musisi campursari lainnya. Ia berhasil membuat campursari lebih mudah dipahami, dengan menyelipkan bahasa Indonesia pada beberapa lagunya atau bahasa Jawa yang umum digunakan.

Di antara lagu campursari ciptaan Didi Kempot yang paling terkenal adalah “Stasiun Balapan” dan “Sewu Kutha”. Lagu-lagu ini masih sering diputar di radio-radio, bahkan direkam ulang oleh penyanyi-penyanyi lain, sehingga saat ini siapapun masih bisa menikmati karya “Sang Maestro” campursari Indonesia ini.

Semoga Didi Kempot, tetap bisa menghasilkan karya musik yang baik. (um)


Nama asli : Didi Prasetyo
Tanggal lahir : 31 Desember 1966
Lahir di : Surakarta, Indonesia
Zodiac : Capricorn
Terkenal sejak merilis lagu “Sewu Kutha”

Bagi yang ingin berkaraoke bersama keluarga, sahabat maupun relasi bisnis Anda, silahkan daftar sekarang untuk melakukan booking tempat karaoke secara online, klik banner di bawah ini:





        


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »