![]() |
| gigscorner.com |
Kabar ini
tentu mengejutkan. Namun ada yang menarik di kabar tersebut, bersama band ini
Barry menambahkan seorang disc jockey (DJ) untuk meberi warna istimewa ke dalam
musik yang mereka mainkan.
Bagi yang
ingin berkaraoke bersama keluarga, sahabat maupun relasi bisnis Anda, silahkan
daftar sekarang untuk melakukan booking tempat karaoke secara online, klik
banner di bawah ini:
“Genrenya
kalau dilihat benang merah masih ada rock, tapi ada DJ. Jadi DJ-nya memang
asli, scratch gitu,” kata Barry di Paviliun 28, Petogogan, Jakarta Selatan,
Senin (30/5/2016).
“Jadi ini
bukan DJ yang colok USB lho ya,” timpal Webster.
Barry
mengatakan, XXX Impact sudah terbentuk sejak dua tahun lalu. “Kami kumpul
bareng sudah dua tahun, baru awal tahun ini bisa jalan bareng. Karena kemarin
bentrok sama Saint Loco,” terang Barry.
Dikatakan
Barry, XXX Impact menampung berbagai jenis isu untuk menjadi materi lirik lagu
yang mereka ciptakan. “Tema lirik kalau di Saint Loco sih agak universal, semua
tema kami angkat, sosial, politik, dan sebagainya,” ucapnya.
Sementara
itu, rekan-rekan segrup Barry dan Webster di Saint Loco diklaim tak pernah
memasalahkan proyek musik XXX Impact tersebut.
“Anak-anak yang lain juga masing-masing di luaran project-nya banyak, positifnya ya saat balik lagi ke Saint Loco lebih bervariasi,” tutur Barry. (dia/pas/um)
“Anak-anak yang lain juga masing-masing di luaran project-nya banyak, positifnya ya saat balik lagi ke Saint Loco lebih bervariasi,” tutur Barry. (dia/pas/um)


EmoticonEmoticon