Asal Usul dan Perkembangan Karaoke

03.03.00
KARAOKE - Bagi masyarakat Jepang, cara untuk menghilangkan rasa jenuh maupun stres, satu di antaranya dengan berkaraoke. ISTIMEWA

SUATU MALAM di awal 1970-an, salah satu bar di Kota Kobe, Jepang, sebuah band yang biasanya mengisi pertunjukan merasa kelabakan. Pasalnya, saat akan mentas, sang gitaris tidak juga muncul. Padahal, para pengunjung sudah tidak sabar untuk menikmati hiburan. Akhirnya, setelah berembuk dengan pemilik bar, munculah sebuah ide. Mereka tetap menghibur para pengunjung dengan menyanyi, tapi diiringi oleh musik yang sebelumnya pernah mereka rekam.

Di luar dugaan, pertunjukkan tersebut mendapat antusiasme yang besar dari para pengunjung, lantaran pengunjung bisa secara bergantian bernyanyi tanpa harus membuat para personil band lelah memainkan musik secara berulang-ulang.

Inilah asal muasal bernyanyi dengan diiringi suara musik tanpa instrumen melainkan menggunakan rekaman atau biasa disebut karaoke. Karaoke sendiri berasal dari bahasa Jepang yaitu kara (dari kata karappo) yang berarti kosong, dan oke (dari kata okesutura) atau orkestra. Jadi, karaoke adalah musik orkestra yang kosong tidak dilengkapi suara vokal. 

Walaupun awalnya sekadar hiburan untuk melepas kepenatan, kini karaoke telah menjelma menjadi satu di antara bagian yang dianggap memiliki andil dalam perkembangan dunia musik. Bagaimana tidak? Dengan karaoke, siapapun tanpa harus mempunyai suara bagus bisa langsung merasakan menjadi penyanyi sungguhan. Karena, mereka menyanyi diiringi musik yang sama dengan yang dinyanyikan oleh penyanyi aslinya.

Di Negeri Sakura sendiri, awal perkembangan karaoke secara tidak langsung disupport oleh gaya hidup orang Jepang yang senang mengadakan pesta. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari yang penuh persaingan sehingga tidak jarang mengalami stres, akhirnya membuat mereka mencari hiburan untuk mengalihkan sejenak sibuknya pekerjaan.

Disamping itu, perkembangan teknologi turut ambil bagian dalam perkembangan karaoke. Mulai dari bentuk rekaman kaset lalu berkembang dalam bentuk CD, LD, dan DVD. Bahkan, dengan adanya teknologi home karaoke set, aktivitas bernyanyi ini tidak hanya bisa dinikmati di tempat-tempat tertentu, tapi juga di rumah.

KARAOKE BOX - Karaoke box pertama kali diperkenalkan tahun 1984 di sebuah daerah pinggiran Okayama. Karaoke box pertama dibuat dari mobil box yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang. ISTIMEWA

Menjelma menjadi Karaoke Box

Seiring dengan tren karaoke, muncul masalah baru. Bentuk rumah masyarakat Jepang yang sebagian besar materialnya terbuat dari kayu, tentunya tidak kedap suara. Selain itu, jarak rumah yang terlalu dekat, membuat para keluarga tidak leluasa bernyanyi karaoke, terutama pada malam hari. Masalah ini kemudian melahirkan ide baru yang membuat karaoke makin ngetop yaitu karaoke box.

Hadirnya karaoke box, pertama kali diperkenalkan tahun 1984 di sebuah daerah pinggiran Okayama. Karaoke box pertama dibuat dari mobil box yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang. Mobil tersebut dimodifikasi sehingga kedap suara dan bisa digunakan untuk bernyanyi.

Perkembangan selanjutnya, karaoke box terdiri dari sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, bisa menampung 2-10 orang dan berisikan peralatan untuk berkaraoke seperti layar monitor. Layar monitor inilah yang menampilkan video musik beserta lirik lagu yang dimainkan. Hingga saa ini, karaoke box mulai menjamur di mana-mana dan dapat ditemui di berbagai tempat seperti mal, pusat perkantoran, dan tempat-tempat hiburan.

Kehadiran karaoke disambut baik oleh keluarga-keluarga di Jepang. Pasalnya, dengan mengunjungi karaoke box mereka bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. Hubungan antar anggota keluarga semakin erat dan harmonis dengan seringnya mereka menghabiskan waktu bersama. (wikipedia/um)

Bagi yang ingin berkaraoke bersama keluarga, sahabat maupun relasi bisnis Anda, silahkan daftar sekarang untuk melakukan booking tempat karaoke secara online, klik banner di bawah ini:



        


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »