Awalnya Penyanyi Kampung, Kini Bos Besar Rumah Bernyanyi

09.21.00
satunusantara.com
CARIKARAOKE – Siapa yang tidak kenal dengan Inul Daratista. Pemilik nama asli Ainur Rohimah kelahiran Pasuruan ini, terbilang cemerlang kehidupannya. Mulai dari bawah, ia merintis hingga lika-liku penderitaan, telah ia rasakan.

Sebagai anak yang terlahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tukang jahit dan ibunya hanya mengurus rumah tangga, membuat dirinya tidak berani memikirkan masa depan. Yang ia pikirkan hanyalah berjuang mendapatkan sesuatu yang saat itu dibutuhkan.

Upaya itu pun terus dilakukan, dari satu tempat ke tempat lainnya Inul bernyanyi dangdut dan melakukan aksi goyang ngebornya saat bernyanyi, siapa sangka ada orang yang merekam aksi Inul saat manggung dan disebarluaskan dari satu tempat ke tempat lain. Alhasil, Inul saat itu kebanjiran tawaran manggung.

Berawal dari VCD Amatiran

Berawal dari video amatiran yang didokumentasikan dalam bentuk VCD itu akhirnya lambat laun Inul Daratista menjadi buah bibir kebanyakan masyarakat. Pro kontra pun datang dan cercaan yang menghampirinya tak membuat Inul mengurungkan niatnya untuk sukses. Tidak patah semangat seperti senjata paling mutakhir yang dimilikinya, sehingga tidak tanggung-tanggung dari hanya tampil manggung di berbagai kampung, meningkat ke berbagai event yang terliput di televisi dan akhirnya menjadi bintang film dan iklan.

Bisnis Karaoke Inul Vizta

Inul yang dikenal sekarang bukanlah Inul yang tidak lagi takut memikirkan masa depan. Inul berada pada puncak kejayaannya dengan menyempurnakan pundi-pundi keuangan melalui berbisnis. Bisnis karaoke yang ia jalani bersama suaminya dengan nama Inul Vizta, mampu dengan cepat menggurita bukan hanya di Jakarta saja, melainkan sudah sampai Medan, Maluku, Timika dan daerah lainnya.

Bagi yang ingin berkaraoke bersama keluarga, sahabat maupun relasi bisnis Anda, silahkan daftar sekarang untuk melakukan booking tempat karaoke secara online, klik banner di bawah ini:



        
Berikut pelajaran yang bisa di ambil dari Inul Daratista dalam memajukan Inul Vizta.

1. Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement)

Tak bisa di pungkiri, Inul Vizta menjadi salah satu market leader di industri karaoke keluarga di Indonesia. Totalitas dalam memberikan kenyamanan bagi pengunjung menjadi tugas yang diemban seluruh manajemen dan karyawan Inul Vizta, perbaikan berkelanjutan (continous improvement) terus dilakukan Inul Daratista dan manajemennya, hasil dari continous improvement itu membuahkan hasil. Inul Vizta mendapatkan award menjadi Superbrand’s Indonesia Choice 2014 dari Majalah Marketing. Fungsi dari award ini jelas menjadi kredibilitas Inul Vizta dalam memberikan kualitas kepada pelanggannya, pelanggan pun akhirnya semakin bersedia berkaraoke di Inul Vizta.

Lebih dari itu, Inul Daratista meyakini lingkup pemasaran sudah masuk ke area new wave marketing. Salah satu gejalanya adalah dengan adanya internet konsumen mampu dengan cepat selangkah ke brand lain, lantaran brand lain tersebut mampu memberikan “godaan” . Upaya yang dilakukan Inul adalah dengan membuat Android Version untuk Inul Vista. Para penikmat musik yang umumnya suka berkaraoke dapat mendownload gratis aplikasi android Inul Vizta, mereka dapat menikmati lagu-lagu yang ada di Inul Vizta dari layar androidnya.

2. Kolaborasi Inul Vizta dengan Vendor Lain

Inul Daratista menyadari bahwa ia dan manajemen tidak akan bisa secara seluruhnya menjaring pasar di industri karaoke, untuk segmen anak muda saat ini Inul Visza melakukan kolaborasi kerjasama dengan Kakao Talk, setiap pengguna Kakao Talk akan mendapatkan diskon menarik bila berkaraoke di Inul Vizta. Secara umum pengguna Kakao Talk adalah anak muda yang juga menjadi bagian dari pasar yang perlu di jaring oleh Inul Vizta.

3. Franchise menjadi senjata untuk membuat bisnis menggurita

Inul Daratista sangat mengetahui bila ia terus menerus mengeluarkan uang untuk diinvestasikan di bisnis Inul Vizta, bisa jadi Inul Vizta tidak sebanyak yang sekarang ini. Dengan sistem franchise, barulah Inul Vizta dapat tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Timika. (bnp/um)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »