![]() |
| cdns.klimg.com |
Pada lagu yang diciptakan sendiri
ini, Ratu Meta menyampaikan pesan kepada seluruh pendengarnya agar tak lupa
melakukan dzikir dimanapun dan kapanpun. Terutama pada saat bulan suci Ramadan
tiba.
Bagi yang ingin berkaraoke bersama
keluarga, sahabat maupun relasi bisnis Anda, silahkan daftar sekarang untuk
melakukan booking tempat karaoke secara online, klik banner di bawah ini:
“Pada umumnya kan setiap hari setiap
manusia juga berzikir. Aku cuma mengingatkan agar setiap saat untuk berzikir
dan berdoa. Ditambah bulan Ramadan pasti orang sebulan ini berdoa full,” terang
Ratu Meta kepada awak media saat penggarapan video clip di Studio Darmawangsa,
Jakarta Selatan.
Sedikit bertolak belakang dari musik
dangdut yang biasa dilantunkan menjadi musik religi, Ratu Meta tetap berusaha
maksimal menghayati lirik demi lirik. Bahkan tangis Ratu Meta pecah saat
menjalani proses video clip sewaktu adegan beribadah salat.
“Karena ciptaan aku jadi penghayatan
lebih dapat. Tadi juga ada tentang aku lagi salat, aku mengeluarkan air mata
karena sedih ya,” katanya.
Pelantun Apa Kareba ini berharap
agar single lagu religinya lebih mendulang kesuksesan dari lagu-lagu
sebelumnya. Serta tidak kalah hits dan menyiratkan kesan seperti lagu mendiang
Ustad Jefri Al Buchori atau Uje.
“Mudah-mudahan berkembang lebih pesat dari lagu-lagu relgi sebelumnya kayak Opick dan Uje. Uje walaupun sudah tidak ada tapi lagu-lagunya masih dikenang kan,” tutur Ratu Meta. (edi/okz/um)
“Mudah-mudahan berkembang lebih pesat dari lagu-lagu relgi sebelumnya kayak Opick dan Uje. Uje walaupun sudah tidak ada tapi lagu-lagunya masih dikenang kan,” tutur Ratu Meta. (edi/okz/um)


EmoticonEmoticon