![]() |
| songlagu.com |
Pemilik
album Bunga dan Miles ini sedang mencari penonton yang rela berdansa ketika
mereka manggung.
Bagi
yang ingin berkaraoke bersama keluarga, sahabat maupun relasi bisnis Anda,
silahkan daftar sekarang untuk melakukan booking tempat karaoke secara online,
klik banner di bawah ini:
“Bunyi musik
zaman dulu itu, kan, cenderung tidak bening. Di situlah pesonanya. Nah, kami
membawa nuansa masa lalu, tetapi merekamnya dengan media digital sehingga lebih
bisa dinikmati generasi sekarang,” ujar pemain gitar dan pendiri band, Yosua
Simanjuntak, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Mereka
menyanyikan beberapa lagu lawas Indonesia dari era 1950-an dan mengunggahnya di
akun Youtube resmi band.
Di situ
terpampang beberapa lagu lawas macam “Hari Lebaran” ciptaan Ismail Marzuki dan “Papaja
Chachacha” yang dulu dinyanyikan oleh Adi Karso.
Ada juga
video “Lagu Gembira” yang pada 1956 dahulu ada di film musikal Tiga Dara
bikinan sutradara Usmar Ismail. Film ini sudah direstorasi dan akan tayang
lagi.
“Lagu
Gembira” versi Deredia yang berduet dengan Alsant Nababan akan muncul di film
hasil restorasi itu. “Lagu-lagu dari film Tiga Dara itu semuanya bagus,” ucap vokalis
Louise Monique.
Louise
Monique sepakat bahwa lagu Indonesia pada era Tiga Dara itu enak sekali untuk
mengiringi dansa. Sayangnya, setiap Deredia pentas masih sedikit penonton yang
tergerak untuk dansa.
“Penonton orang Eropa atau Amerika, kan, biasanya langsung maju ke depan kalau lagunya asyik buat dansa walaupun mereka duduk di belakang. Beda sama orang Indonesia. Mungkin perlu dilatih,” tuturnya, yang ingin belajar tap dance lagi. (hei/pas/um)
“Penonton orang Eropa atau Amerika, kan, biasanya langsung maju ke depan kalau lagunya asyik buat dansa walaupun mereka duduk di belakang. Beda sama orang Indonesia. Mungkin perlu dilatih,” tuturnya, yang ingin belajar tap dance lagi. (hei/pas/um)


EmoticonEmoticon