Deredia Konsisten Bawakan Musik Bergenre Tahun 50-an

05.48.00
songlagu.com
CARIKARAOKE – Band dari Jakarta, Deredia, merupakan satu dari sekian pemusik masa kini yang memainkan irama pop Indonesia era 1950-an. Mereka menampilkan eksotisme bunyi zaman dahulu dengan teknik rekaman modern.

Pemilik album Bunga dan Miles ini sedang mencari penonton yang rela berdansa ketika mereka manggung.

Bagi yang ingin berkaraoke bersama keluarga, sahabat maupun relasi bisnis Anda, silahkan daftar sekarang untuk melakukan booking tempat karaoke secara online, klik banner di bawah ini:

“Bunyi musik zaman dulu itu, kan, cenderung tidak bening. Di situlah pesonanya. Nah, kami membawa nuansa masa lalu, tetapi merekamnya dengan media digital sehingga lebih bisa dinikmati generasi sekarang,” ujar pemain gitar dan pendiri band, Yosua Simanjuntak, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mereka menyanyikan beberapa lagu lawas Indonesia dari era 1950-an dan mengunggahnya di akun Youtube resmi band.

Di situ terpampang beberapa lagu lawas macam “Hari Lebaran” ciptaan Ismail Marzuki dan “Papaja Chachacha” yang dulu dinyanyikan oleh Adi Karso.

Ada juga video “Lagu Gembira” yang pada 1956 dahulu ada di film musikal Tiga Dara bikinan sutradara Usmar Ismail. Film ini sudah direstorasi dan akan tayang lagi.

“Lagu Gembira” versi Deredia yang berduet dengan Alsant Nababan akan muncul di film hasil restorasi itu. “Lagu-lagu dari film Tiga Dara itu semuanya bagus,” ucap vokalis Louise Monique.

Louise Monique sepakat bahwa lagu Indonesia pada era Tiga Dara itu enak sekali untuk mengiringi dansa. Sayangnya, setiap Deredia pentas masih sedikit penonton yang tergerak untuk dansa.

“Penonton orang Eropa atau Amerika, kan, biasanya langsung maju ke depan kalau lagunya asyik buat dansa walaupun mereka duduk di belakang. Beda sama orang Indonesia. Mungkin perlu dilatih,” tuturnya, yang ingin belajar tap dance lagi. (hei/pas/um)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »