![]() |
| skylite-studio.com |
Sebagaimana
di kabarkan di laman Roi Radio, Alvin and I menjadi pemungkas Mulyono Jilid IV
bertajuk Mustarah yang digelar di Substore Pasar Cikapundung. Lagu-lagu folk
yang mereka dendangkan membuat suasana sejuk dan syahdu.
Bagi
yang ingin berkaraoke bersama keluarga, sahabat maupun relasi bisnis Anda,
silahkan daftar sekarang untuk melakukan booking tempat karaoke secara online,
klik banner di bawah ini:
“Semua
penonton duduk, sambil sebagian ngemil cireng dari Substore, sebagian
mengabadikan momen dengan smartphone, dan ada juga yang khusyuk nonton sambil
nyanyi-nyanyi kecil,” demikian dilansir oleh Roi Radio.
“Di
pengujung penampilannya,” Roi Radio menambahkan, “Alvin and I mengajak penonton
menyanyikan bersama lagu Tenang Jiwa. Sjahdoe!” Begitu Alvin and I menuntaskan
aksinya, menurut Roi Radio, para penonton kenyang dan senang.
Selain Alvin
and I, Mulyono Jilid IV juga dimeriahkan oleh penamapil lain, dari Oscar
Lolang, Etza Meisyara, Bin Idris, sampai Mamatgospel. Roi Radio berharap, acara
musik macam Mulyono terus diestafet sampai jilid berikut.
Tentu saja
bukan semata mengestafet acara musik, melainkan pesan-pesan bijak dalam lirik
lagu yang dibawakan penyanyinya. Seperti lagu-lagu Alvin and I, yang mengajak
masyarakat Indonesia untuk peduli hutan Indonesia.
Beberapa
hari lalu, para personel, Alvin (vokal/gitar), Regina (vokal), Andri
(vokal/pianika), Surya (perkusi), Aga (bass), Rizal (angklung), Daniel
(glockenspiel/karinding) dan Rafdhi (Gitar) merilis musik video lagu Sastra
Hutan.
Video musik
berdurasi empat setengah menit ini dibuka dengan sedikit penjelasan tentang
flora, fauna dan hutan di Indonesia. Selanjutnya memperlihatkan tumbuhan dan
hutan mati. Suatu tema yang langka diusung oleh musisi.
“Hutan akan
selalu ada, jangan kau acuhkan dia. Cobalah datang ke sana, dengarkan suara
nada sastra hutan,” begitu penggalan lirik lagu Sastra Hutan. Alvin menyatakan,
grup band-nya memang ingin menyampaikan pesan bijak secara luas.
“Pesan
utamanya memang menjaga hutan, tapi yang terpenting, interpretasi dari lagu ini
yang dicurahkan ke video adalah semangat bahwa kita itu bersinergi dengan alam
tidak hanya manusia saja,” ujar Alvin kepada CNNIndonesia.com
Pada
awalnya, Alvin mengaku resah dengan salah satu hutan di Jawa Barat yang kurang
diperhatikan. Padahal hutan itu menjadi salah satu tujuan wisata. Tetapi
orang-orang yang berkunjung ke hutan itu kurang memperhatikan
keberlangsungannya.
“Andai hutan
bisa berbicara, mungkin mereka akan marah pada apa yang dilakukan oleh manusia.
Sedih karena perbuatan pengunjung yang merusak tumbuhan,” imbuh Alvin.
Dalam
pembuatan video musik tersebut, Alvin and I tidak bekerja sendiri. Mereka
melibatkan Klub Aktivis Pegiat dan Pemerhati Alam (KAPPA) dan TJ Pictures.
Kurang lebih mereka menghabiskan waktu selama empat hari untuk syuting di
Gunung Papandayan, Jawa Barat. Gunung Papandayan dipilih karena visibilitas dan
kemampuan tim untuk menggarap video musik.
“Hutan mati
di Gunung Papandaya itu akibat letusan gunung, tapi hutan mati itu untuk pesan
dalam bentuk visual. Kami ingin menunjukan hutan mati agar terselamatkan
bermula dari menanam bibit tumbuhan dulu,” papar Alvin.
Alvin and I
bukan grup band Indonesia pertama yang membuat lagu peduli lingkungan hidup.
Sebelumnya Navicula, Nosstress dan Dialog Dini Hari pernah melakukan hal
serupa. Alvin mengaku terinspirasi dari video musik Tentang Harimau milik
Navicula.
Alvin menjelaskan masih memiliki materi lagu yang juga bertema peduli lingkungan hidup. Saat ini, materi tersebut dalam proses aransemen. Sebelumnya, Alvin and I merilis album mini (EP) Bersuara berisi lima lagu di perayaan Record Store Day (RSD) 2016. (vga/cnn/um)
Alvin menjelaskan masih memiliki materi lagu yang juga bertema peduli lingkungan hidup. Saat ini, materi tersebut dalam proses aransemen. Sebelumnya, Alvin and I merilis album mini (EP) Bersuara berisi lima lagu di perayaan Record Store Day (RSD) 2016. (vga/cnn/um)


EmoticonEmoticon